Senin, 02 November 2009

terbang

terbang begitu saja.
memang bukan semuanya, tetapi harapan-harapan itu terbang begitu saja.
sebegitu mudahnya terbang tinggi dan sulit untuk dicapai.
mungkin memang itu kehendaknya, dan aku pun tidak dapat memaksakannya.
aku selalu berpikir, kalau sesuatu yang dipaksakan itu pasti hasilnya kurang memuaskan. maka dari itu, aku tidak mau memaksakan kehendakku akan hal ini.

aku kecewa.
aku jatuh.
aku terhentak.
aku terdiam.
aku tidak dapat berkata apa-apa.

yang dapat aku lakukan hanya mencoba berpikir sedalam mungkin "apakah yang terjadi ini seharusnya terjadi?".

sebelumnya aku selalu berpikir untuk menikmati saat-saat bersamanya, karena aku tahu dia pasti akan terbang tinggi menjauhiku.
aku mencoba untuk bertahan sebisa mungkin. mencoba bertahan untuk selalu tersenyum dihadapan semua orang. mencoba untuk tertawa. dan yang paling terpenting aku selalu mencoba untuk mengerti.

mungkin ini sudah menjadi keputusan yang bulat. padahal, aku selalu berharap akan adanya perubahan. aku selalu berharap akan adanya kesempatan lain.

beberapa saat ini aku selalu berpikir keras untuk mengerti keadaan dan perasaanya. aku mencoba untuk menjadi dirinya. jika aku seperti dia, apa yang harus aku lakukan?, apa yang aku inginkan?, apakah aku butuh perhatian?, apakah aku butuh kesendirian?,apakah aku butuh pendamping?, dan masih banyak lagi.

semua balon-balon itu selalu berputar di kepalaku. aku terus berpikir dan berpikir. sampai akhirnya aku tepat berada dalam klimaks ceritaku. aku dan dia terbang ke tempat pilihan kami masing-masing. walaupun aku belum rela melepasnya, tetapi aku tidak boleh egois. aku tidak boleh membebaninya.

segala ucapanku yang ingin aku utarakan selalu aku timbang dan perhatikan, karena aku tidak ingin membebani pikiran-pikirannya.
sudah cukup semua pikiran yang telah diembannya, tidak perlu aku tambah lagi.

sekarang aku merelakanmu untuk terbang setinggi mungkin. aku ingin kamu bahagia. aku ingin kamu bebas dari semua pikiran-pikiran yang telah menjadi bebanmu selama ini.

terima kasih untuk semua hal yang kamu berikan sampai saat ini.
terima kasih untuk momen-momen indah yang kamu berikan.
terima kasih untuk semua kebaikan kamu.
terima kasih untuk kepercayaan kamu.
terima kasih karena telah berbagi kehangatan dan keramaian suasana keluargamu (aku tidak akan pernah lupa akan celoteh-celotehan suara adik-adikmu).

aku akan selalu mendoakanmu dan keluarga.
aku tidak akan pernah membencimu.
aku akan selalu sayang kamu.
aku ingin kamu raih semua mimpimu.
aku ingin kamu selalu ingat akan Tuhanmu.
aku ingin melihat kamu bahagia.

sekali lagi terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar